Pengajaran

ENLARGE

Ayat Bacaan :  1Tawarikh 4:10

“Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tanganMu menyertai aku dan melindungi aku dari pada malapetaka sehingga kesakitan tidak menimpa aku”. Adalah doa atau seruan yang dinaikkan oleh yabes kepada Allah dan Alkitab mencatat Allah mengabulkan permintaannya itu. Mungkin kita bertanya siapa yabes itu ?

1 Tawarikh 4:9-10, menceritakan kepada kita tentang seorang pria yang bernama yabes. Ia adalah orang biasa ketika ia dilahirkan, ibunya mengalami kesakitan dan memberi nama yabes kepadanya. Yabes berarti “menyakitkan”. Jika kita memperhatikan dengan teliti Sembilan pasal pertama dari kitab Tawarikh berisi daftar silsilah dengan lebih dari 600 nama. Namun ada hal yang luar biasa persis ditengah nama-nama itu Allah memberikan pengakuan khusus kepada Yabes, “Yabes lebih dimuliakan dari saudara-saudaranya”.  Si sakit atau yang menyakitkan lebih diberkati, lebih dimuliakan dari yang lain. Apa yang menyebabkan yabes hidup didalam “enlarge”, daerahnya diperluas dan diberkati berlimpah-limpah dan tangan Tuhan menyertai dan melindunginya :

1. Ambisi yang besar

Yabes berdoa kepada Tuhan “berkati aku berlimpah-limpah dan perluas daerahku”. Yabes memiliki ambisi yang besar, ia tidak ingin hidup biasa-biasa saja atau menerima keadaan yang dialaminya. Ia ingin yang lebih lagi dan yang paling dalam diinginkan yabes adalah berkat Allah atas hidupnya. Ambisi yang dimaksudkan disini adalah memiliki sasaran, rencana, target. Kita tidak bisa menjalani hidup ini dengan mengalir saja, kita harus menetapkan target atau sasaran yang akan kita capai. Jika tidak kita akan menjadi orang yang hidup tanpa arah dan tidak menikmati apa-apa. Target atau sasaran dari yabes adalah berkat Allah dan daerahnya diperluas. Bagaimana dengan kita ?

2. Iman yang besar

Yabes memiliki iman yang besar kepada Allah, itu sebabnya ia berseru kepada Allah. Ia percaya hanya Allah yang sanggup mengubah hidupnya. Yabes sebelumnya adalah orang biasa dan hidupnya penuh dengan kesakitan dan orang-orang yang disekitarnya memanggil dia dengan “menyakitkan”. Dengan iman yang besar ia berseru kepada Allah dan Allah mengabulkan seruannya. Tidak peduli siapa anda dan bagaimana menyakitkan hidup anda, jika anda menerima anugerah didalam Yesus Kristus dan memiliki iman yang besar, Tuhan akan mengubah hidup anda.

3. Doa yang murni

Mengapa Yabes lebih dimuliakan dari saudara-saudaranya?, salah satu jawabannya adalah kehidupan doanya. Doanya sederhana dan murni dihadapan Allah, yang diminta adalah: kekuatan yang lebih besar dari kekuatannya untuk menggenapi mimpinya (kiranya engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku). Hadirat Allah (dan kiranya tanganMu menyertai aku) dan selanjutnya yang diminta yabes dari pada Tuhan adalah perlindungan Allah  (dan melindungi aku dari pada malapetaka sehingga kesakitan tidak menimpa aku). Jika kita terus memperhatikan kesaksian Alkitab, disitu dicatat “dan Allah mengabulkan permintaannya itu”.  Allah adalah Bapa kita, Ia selalu memperhatikan dan mengabulkan setiap doa atau seruan yang dinaikkan kepadaNya. Datang pada Tuhan dengan kemurnian dan biarlah tangan kita bersih dihadapanNya.

Doa saya biarlah Tuhan memberkati anda berlimpah-limpah dan memperluas daerahmu serta melindungimu dari malapetaka dan kesakitan.  Doa yang sederhana dari Yabes membuat ia lebih dimuliakan dari saudara-sadaranya. Allah dengar dan setuju dengan yabes, miliki ambisi yang besar serta harapkan tangan Allah yang maha kuasa menyertaimu dan hiduplah dalam iman yang besar serta terus bertekun didalam doa. TUHAN akan memperluas daerahmu……..GBU.

A D D

Ayat Bacaan: Kisah Rasul 2:47

Alkitab berkata….”dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan” (Kpr 2:47). Jemaat/gereja yang dilahirkan pada hari pentakosta di Yerusalem pada waktu itu mengalami kegerakan yang luar biasa, para rasul yang dipenuhi Roh Kudus dengan berani menyatakan keselamatan didalam Yesus kristus bagi bangsa Israel. Sampai dengan hari ini, Allah sedang dan akan terus menambah jumlah kita yang percaya dengan jiwa-jiwa yang diselamatkan.

Percaya atau tidak waktu anugerah bagi bangsa-bangsa akan segera berakhir, itulah sebabnya kita harus minta kuasa Allah double porsi dicurahkan didalam kehidupan kita untuk mengerjakan amanat agungNya selama waktu masih ada. Disamping itu kita akan melihat dan mengalami penuain yang luar biasa dimana sebelumnya belum pernah terjadi. Adalah baik bagi kita untuk memperhatikan pola hidup jemaat mula-mula, bagaimana mereka dengan kuasa Allah yang luar biasa mengguncang dunia pada zaman itu. Dengan kuasa Allah yang dicurahkan didalam hidup mereka, gereja mula-mula begitu kuat dan berdampak, hal itu dapat dilihat mereka kuat didalam  :
–  Iman   (Kpr 16:15)
–  Kasih   (Kpr 4:32)
–  Visi      (Kpr 4:31)
–  Penginjilan   (Kpr 4:33-42)
–  Doa      (Kpr 2:42)
Gereja Tuhan pada akhir zaman harus kembali pada tujuan dan maksud Allah akan kehadiran gereja bagi dunia yaitu”menyatakan Kerajaan Allah”.
Mari kita perhatikan dengan teliti dan detail Kisah Rasul 2:47 “sambil memuji Allah dan mereka disukai semua orang”, dua kalimat ini adalah kunci bagaimana Tuhan menambahi jemaat mula-mula dengan jiwa-jiwa yang diselamatkan. Bagaimana dengan gereja hari ini?, apa yang harus dilakukan dan ada didalam gereja hari ini supaya Tuhan menambahi…….:
1. Persekutuan yang hidup (Kpr 2:42)

Persekutuan yang hidup adalah tanda dari gereja yang benar. Persekutuan yang hidup adalah membagi hidup, terikat komitmen dan tidak ada dusta didalamnya. Tidak ada permainan politik didalam gereja atau permainan bisnis. Gereja adalah rumah bagi setiap jemaat untuk bertumbuh, berbagi,menerima arahan,dibentuk dan saling melayani. Yang dirusak oleh kuasa kegelapan adalah dengan mengaburkan arti yang Alkitabiah dari persekutuan. Sehingga gereja kehilangan kuasa dan kasih menjadi tawar. Jemaat tidak lagi percaya kepada pemimpin sebaliknya pemimpin menjadikan jemaat sebagai obyek untuk meraih keuntungan. Saya berdoa persekutuan yang hidup akan dibangkitkan kembali didalam kehidupan berjemaat dan iblis tidak dapat mencuri apa yang dipercayakan Tuhan kepada gerejaNya.

2. Mujizat dan tanda-tanda ajaib harus nyata (Kpr 2:43)

Tuhan berjanji bahwa Ia akan meneguhkan pemberitaan FirmanNya dengan tanda-tanda ajaib dan mujizat (Mark 16:20). Kenyataannya hari ini yang didemonstrasikan bukan mujizat dan kuasa Allah tetapi kekuatan manusia. Gereja harus kembali bergantung pada kuasa dan pimpinan Roh Kudus supaya nyata mujizat Ilahi didalam kehidupan dan pelayanannya. Jika kita perhatikan jemaat sekarang adalah jemaat yang berpikir dan bertindak secara rasional dan cenderung pragmatis dalam hidup berjemaat. Mereka cenderung “lebih percaya” kepada para normal dan motivator sekuler yang mengembangkan kekuatan pikiran. Karena didalam gereja katanya “tidak mendapatkan apa-apa”. Mereka yang belum percaya dan yang berpikir rasional serta pragmatis minta bukti atau tanda, apa yang harus kitaberikan. Gereja harus seperti petrus yang berkata kepada seorang pengemis yang lumpuh didepan gerbang indah bait Allah, ia berkata “emas dan perak tidak ada padaku tetapi demi nama Yesus Kristus bangkit dan berjalanlah”(Kpr 3:6). Alkitab mencatat orang yang lumpuh sejak lahir seketika itu juga bangkit dan berjalan. Saya berdoa biarlah setiap pemberitaan Firman Allah yang disampaikan oleh gereja diteguhkan oleh Allah dengan tanda-tanda ajaib dan mujizat.

3. Kasih didalam perbuatan (Kpr 2:45-46)

Apa yang menyebabkan kita mengalami stress atau bosan bahkan mengalami stagnasi didalam perjalanan iman kita bersama Tuhan. Salah satu penyebabnya adalah kita terlalu selfish (egois) dengan pergumulan kita sendiri. Fokus hidup kita berpusat pada diri sendiri itulah yang menyebabkan kita mengalami stress didalam hidup. Jalan keluarnya adalah melihat keluar dan melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain. Jika hal ini kita lakukan maka dengan sendirinya Allah akan menyelesaikan bagi kita. Jika kita perhatikan Kisah para rasul 2: 45-46, kasih diantara murid- murid begitu kuat karena dinyatakan didalam perbuatan (1 Yoh 3:17-18). Kepada murid-muridNya, Yesus memerintahkan mereka untuk hidup didalam kasih dan saling mengasihi diantara mereka, kasih yang mereka terima harus dihidupi dan dinyatakan dengan demikian dunia akan tahu bahwa Yesus Kristus datang dari Allah.
Hari-hari yang sedang berjalan dan yang akan datang adalah hari-hari yang penuh dengan kemuliaan Allah, dimana gereja akan dipakai Tuhan dengan luar biasa untuk menyelesaikan kehendakNya sebelum Kristus datang. Hari-hari yang penuh dengan kemuliaan itu adalah dimana Allah akan menambahkan gerejaNya dengan jiwa-jiwa yang diselamatkan. Saya berdoa kiranya gerejaNya hidup dan menampakkan persekutuan yang hidup, kuasa mujizat Allah menjadi tanda yang nyata dari pelayanan gereja serta kasih yang diterima dinyatakan didalam perbuatan.

INCREASE

Ayat Bacaan: Markus 4: 8

Konteks dari Injil Markus 4 adalah pengajaran-pengajaran yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada orang banyak. Dalam Injil Markus 4, pengajaran yang disampaikan kepada orang banyak, disampikan dalam bentuk perumpamaan. Dalam kesempatan ini kita perhatikan perupamaan tentang seorang penabur. Dalam perumpamaan tersebut TuhanYesus mengatakan adalah seorang penabur yang keluar untuk menaburkan benih. Benih yang ditabur, sebagian jatuh dipinggir jalan, sebagian jatuh ditanah yang berbatu-batu, sebagian jatuh disemak duri dan sebagian jatuh di tanah yang baik. Benih yang jatuh ditanah yang baik tumbuh dengan subur dan berbuah serta menghasilkan tiga puluh kalipat, enam puluh lipat dan seratus kali lipat.

Perhatikan kebenaran yang terkandung didalam perumpamaan ini, penabur itu keluar untuk menaburkan benih. Untuk menikmati increase saudara harus memiliki mentalitas dan gaya hidup seorang penabur, karena Alkitab berkata “selama bumi masih ada tidak henti-hentinya musim menabur dan menuai (Kej 22:8). Yang dimiliki seorang penabur adalah binih dan lahan, jika penabur itu tidak keluar untuk menaburkan benih, sudah pasti ia tidak menuai apa-apa. Jika kita adalah warga Kerajaan Allah, kita diberikan benih untuk dilipat gandakan yang pada akhirnya kita menikmati increase (2 Kor 9: 10).

Increase datangnya dari Tuhan (Maz 115:14-15), karena itu jangan bersandar pada kekuatan dan kemampuanmu. Mari kita perhatikan kisah mengenai Yakub dan keturunannya. Pada waktu mereka tiba di Mezir jumlah mereka hanya 70 jiwa. Ketika mereka tinggal di Mezir Alkitab berkata “ mereka bertambah banyak dan dengan dasyat berlipat ganda sehingga negeri itu dipenuhi mereka”(Kej 46:26-27, Kel 1:7). Selanjutnya saudara perhatikan kitab ulangan 1:10-11, Tuhan yang kita percayai adalah Tuhan yang membuat pertambahan dan pelipatgandaan.

Untuk menikmati increase ada bagian yang harus kita kerjakan didalam kehidupan kita. Jika kita melakukan bagian kita, maka Allah akan melakukan serta menyelesaikan dengan sempurna apa yang kita kerjakan. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk menikmati “increase”.

1. Dengar apa kata Tuhan (Kejadian 26:1-6,12-13)

Hal ini merupakan dasar supaya kita menikmati increase yang datang dari Tuhan. Perhatikan kitab Kejadian 26, pada waktu itu terjadi kelaparan dan ishak pergi ke gerar dan Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berkata “janganlah engkau pergi ke mezir diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu”. Alkitab mencatat ishak mendengar apa yang dikatakan Tuhan kepadanya, ia tinggal digerar dan menaburlah ishak di tanah itu dan pada tahun itu juga ia mendapatkan seratus kali lipat. Ketika anda diperhadapkan kepada krisis Tuhan tidak pernah meninggalkan anda, Ia selalu ada dan menyatakan diriNya kepada anda. Anda harus belajar untuk berdiam diri dan mendengar apa yang dikatakan kepada Anda. Lukas 5:5-7, petrus dan rekan-rekannya yang tidak mendapatkan ikan semalaman, ketika petrus mendengar apa yang dikatakan Tuhan, pada waktu itu juga merekamendapatkan ikan dalam jumlah yang besar. Dengar apa kata Tuhan membuat anda menikmati increase!!

2. Gunakan kesempatan yang ada (Pengkh 3:1-2)

Dari kebenaran Firman Tuhan ini, kita tahu dan mengerti untuk segala sesuatu ada masa dan waktunya (Yesaya 28:23-25). Perhatikan Galatia 6:9-10, “selama masih ada kesempatan”. Tuhan memberikan kesempatan kepada kita, pergunakan hal itu dengan sebaiknya-baiknya. Semua kita mendapatkan kesempatan yang sama. Jika kita gagal menggunakan kesempatan yang diberikan itu sama juga dengan kita mengganggap remeh kemurahan Tuhan. Kesempatan disini berbicara tentang waktu, bakat,tanggung jawab,berkat atau semua hal yang baik yang datang dari Tuhan untuk kita gunakan didalam kehidupan ini. Perhatikan Lukas 19:12-27, hamba yang ketiga melalaikan kesempatan yang diberikan kepadanya, akibatnya dia dihukum. Tidak peduli bagimana keadaanmu atau seberapa besar bakat, kemampuan yang engkau miliki Tuhan telah memberi kesempatan. Untuk menikmati increase jangan sia-siakan kesempatan pergunakan sebaik-baiknya.

3. Jangan putus asa dan menoleh kebelakang (1Raja-raja 19:19, Luk 9:61-62)

Awal dari elisa menerima pengurapan nabi elia, itu dimulai ketika elia pertama kali menemukan elisa. Pada waktu itu elisa sedang membajak dengan menggunakan 12 pasang lembu. Ia seorang pekerja keras itu pasti, namun ada kebenaran yang luar biasa yang kita dapatkan yaitu elisa adalah seorang yang tidak putus asa mengahadapi tanah yang keras, itu sebabnya ketika ia membajak ia menggunakan 12 pasang lembu. Selanjutnya perhatikan 1 raja-raja 19:21, lembu dan bajak yang ditinggalkan, lembu disembelih, bajaknya dibuat kayu api. Ini merupakan gambaran bagi setiap kita yang ingin menikmati increase, jangan pernah putus asa dan jangan pernah menoleh kebelakang.

Mazmur 115:14-15,”kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. Diberkatilah kamu oleh TUHAN yang menjadikan langit dan bumi”.

BLOSSOM

Ayat bacaan: Yesaya 27:6

“Pada hari-hari yang akan datang, Yakub akan berakar, israel akan berkembang dan bertunas dan memenuhi bumi dengan hasilnya”.

Kebenaran Firman Allah ini merupakan nyanyian nubuatan yang disampaikan oleh nabi Yesaya kepada bangsa Israel. Pada waktuNya keturunan Yakub akan berkembang dan bertunas serta memenuhi bumi dengan hasilnya. Dikatakan pada hari-hari yang akan datang…, ada apa dengan Israel pada waktu itu ketika nubuatan ini disampaikan oleh Yesaya?. Alkitab mencatat bahwa keadaan bangsa Israel dan Yehuda pada waktu itu dikatakan bahwa mereka hidup jauh dari apa yang diharapkan oleh Allah sebagai umat pilihan. Kehidupan mereka bagaikan buah anggur yang asam (Yesaya 5:1-2).
Perhatikan dengan benar… melalui nabi Yesaya Allah menyanyikan nubuatan akan hari depan bangsa Israel bahwa mereka akan bertunas dan berkembang serta memenuhi bumi dengan hasilnya.
Sekarang bagaimana dengan kita ? Nyanyian apa yang kita naikkan ketika keadaan yang kita alami belum berubah atau mungkin malah kelihatannya tambah sulit ?
Saudaraku yang kekasih…..sampai hari ini nyanyian nubuatan itu masih terus dinyanyikan oleh Allah melalui hamba-hambaNya bahwa umatNya akan berkembang dan kerajaan Allah akan memenuhi seluruh bumi.

Pada hari ini, saya mengajak kita semua untuk memperhatikan dan mempelajari perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada orang banyak, yang tercatat didalam Injil Matius 13:1-22 mengenai perumpamaan tentang seorang penabur. Bila kita pelajari dengan baik maka ada kebenaran yang luar biasa tentang bagimana cara agar kita dapat menikmati kehidupan yang berkembang, bertunas serta berbuah lebat. Dikatakan disana, ada seorang penabur keluar untuk menabur dan benih yang diyabur jatuh dipinggir jalan, tanah yang berbatu-batu, sebagian jatuh ditengah semak duri dan sebagian jatuh ditanah yang baik. Benih yang jatuh ditanah yang baik hasilnya seratus kali lipat, enampuluh kali lipat dan tigapuluh kali lipat. Perhatikan dengan seksama bahwa benih yang jatuh ditanah yang baik hasilnya tidak sama. Pasti sebagai orang yang percaya kita menginginkan yang maksimal yaitu seratus kali lipat, namun untuk menikmati hal tersebut ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:

1. Perhatikan apa yang kita dengar (Mark 5:25-34)

Ada seorang wanita yang sudah 12 tahun sakit pendarahan, ia sudah menghabiskan hartanya untuk memperoleh kesembuhan tetapi ia tidak mengalami kesembuhan, malah sebaliknya, penyakit semakin parah. Kabar baiknya ia mendengar berita-berita tentang Yesus, kemudian ia datang dan menjamah jubahNya. Alkitab berkata seketika itupun ia sembuh. Saya percaya wanita ini menikmati seratus kali lipat yaitu kesembuhan total ditambah keselamatan didalam Yesus. Apa yang kita dengar menentukan hasil yang akan kita dapatkan.

2. Perhatikan apa yang kita lihat (Lukas 19:1-10)

Kerinduan terbesar dari zakheus adalah melihat Yesus, Alkitab berkata ia berusaha untuk mendahului orang banyak tetapi ia tidak berhasil karena tubuhnya pendek tetapi ia terus berlari mendahului orang banyak dan memanjat pohon ara untuk melihat Yesus yang akan lewat. Kerinduan terbesar zakheus untuk melihat Yesus membuat ia menikmati seratus kali lipat, ia dan seisi rumahnya diselamatkan !

3. Perhatikan respon kita ( I Raja-raja 17:7-24)

Janda di Sarfat dalam keadaan yang serba terbatas, ia meresponi dengan benar apa yang disampaikan Nabi Elia. Ia dan anaknya menikmati seratus kali lipat, bahkan sampai ketika anaknya mati-anaknya dibangkitkan oleh Elia. Respon kita akan menentukan apa yang akan kita terima !

Contoh lain : Markus 7:26-28, Perempuan Sirofenesia yang percaya.

Bagi kita yang percaya dan hidup dalam FirmanNya, Allah menjajikan berkat kehidupan 100 kali lipat ganda. Namun pada kenyataannya tidak banyak diantara kita, bahkan yang telah mengaku percaya dapat mengalaminya. Jika saat ini kita mungkin sedang mengalami atau berada pada situasi “telah menerima janji tersebut tapi belum juga mengalami hidup didalamnya”, maka mari perhatikan apa yang disampaikan Firman Tuhan diatas, apakah kita :

– Memperhatikan dan menjaga dengan benar apa yang kita dengar ?
– Memperhatikan dan menjaga apa yang kita lihat ? dan ….
– Apa dan bagaimana respon kita terhadap Firman Tuhan !

Selamat belajar dan selamat menikmati berkat 100 kali lipat ganda dari Sang Pemberi Berkat…yaitu Tuhan Yesus Kristus. Shalom.

Flourish

“Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras libanon. Mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita” (Maz 92:13-14)

Mazmur 92 adalah nyanyian yang dinyanyikan pada waktu Hari Sabat. Dan pada waktu Hari Sabat, Mazmur 92 ini dinyanyikan dengan sukacita karena keselamatan yang datang dari Allah ,menyelamatkan umatNya dari dosa dan musuh-musuh mereka. Didalam Mazmur 92 ada pengajaran yang disampaikan pemazmur bagi kita, bahwa bersyukur dan beribadah kepada Allah bukanlah sesuatu yang diterima baik oleh Allah tetapi merupakan suatu panggilan yang istimewa, yang diberikan oleh Allah bagi umatNya, sehingga hal ini seharusnya menjadi bahagian yang menyenangkan untuk dilakukan. Selanjutnya pemazmur menekankan pula bahwa pujian syukur harus dipusatkan kepada Nama Allah yang Maha Tinggi yang berdaulat atas kehidupan kita. Didalam ayat 5-10, pemazmur memaparkan dengan jelas dan apa adanya mengenai perbuatan-perbuatan Allah dan hukumanNya atas orang fasik. Sedangkan syat 11-16 merupakan berkat-berkat dan kebaikan Allah yang berlaku atas orang-orang benar.

Kebenaran kekal yang kita peroleh dari Mazmur 92 ini adalah : menaikkan syukur dan pujian kepada Allah haruslah menjadi suatu kesenangan untuk dilakukan oleh orang – orang benar. Pujian syukur yang dinaikkan kepada Allah oleh karena NamaNya yang dibuktikan dengan karyaNya, yaitu dengan menghukum orang fasik dan meninggikan orang benar. Kita melihat bahwa pada akhirnya orang benar akan menikmati berkat dan kebaikan dari pada Allah.

Namun yang juga harus menjadi fokus perhatian kita adalah ayat 13-14, yang merupakan ayat acuan kita pada bulan ini. Didalam bulan Maret ini tema kita adalah “flourish” yang diartikan sebagai “berkembang”. Karena itu kita percaya, bahwa pada tahun 2010 ini Allah akan membawa kita untuk terus berkembang, walaupun kita berjumpa atau diperhadapkan dengan berbagai persoalan ataupun tantangan. Keluaran 1:12 mencatat bagaimana bangsa Israel terus berkembang dan bertambah banyak walaupun mereka ditindas dan dipahitkan hidup mereka oleh bangsa Mezir. Alkitab berkata “mereka bertambah banyak dan berkembang sehingga orang takut kepada mereka”. Demikian pula dengan kita sebagai orang benar yang telah dibenarkan akan terus berkembang dan bertambah banyak, baik didalam jumlah atau kuantitas maupun juga kualitas sehingga dengan demikian kita membawa dampak positif dan benar bagi dunia ini.

Didalam Mazmur 92: 13-14, ada kebenaran kekal yang harus dimiliki dan dihidupi oleh jemaat Tuhan supaya mereka bertunas ( flourish=berkembang ), seperti pohon korma dan tumbuh subur seperti pohon aras libanon, yaitu :

  • Orang Benar

Orang benar didalam konteks Mazmur 92 adalah mereka yang menyanyikan syukur kepada Tuhan dan menyanyikan mazmur bagi Nama Tuhan, serta memberitakan kasih setia Tuhan karena perbuatan-perbuatanNya yang Ajaib, walau apapun yang terjadi. Alkitab berkata bahwa orang benar adalah mereka yang ditinggikan Tuhan saperti tanduk benteng yang telah dituangi dengan minyak baru. Alkitab mengajarkan kepada kita juga bahwa Allah adalah yang benar (Ul 32:4) dan itu adalah salah satu dari sifatNya (Yes 65:16). Kemudian orang benar adalah mereka yang memiliki kebenaran didalam Kristus Tuhan (Yes 45:24, 54:17, 2 Kor 5:21). Sehingga sebagai orang benar yang telah dibenarkan didalam, dan oleh Kristus Tuhan, biarlah kita menyembah Allah dengan benar (Yoh 4:24, Maz 145:18), kita juga beribadalah kepada Allah dengan benar (Yos 24:14, 1 Sam 12:24) dan kitapun hidup dihadapan Allah dengan benar (1 Raj2:4, 2 Raj 20:3). Allah akan memperhatikan dan akan membuat kita berkembang bila kita memposisikan diri dan berdiri sebagai orang benar !

  • Ditanam di Bait Tuhan

Didalam I Petrus 2:4-5, Petrus menulis surat kepada jemaat Tuhan “dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi suatu Imamat Kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah”. Dari ayat ini kita tahu bahwa Allah sedang membangun suatu rumah rohani ,dimana batu penjurunya adalah Yesus Kristus, dan Allah mempergunakan kita sebagai batu-batu hidup, untuk pembangunan rumah rohani tersebut. Untuk itu kita harus “memberi hidup” kita, untuk ditanam di bait Tuhan, sama saperti apa yang telah dilakukan oleh Kristus dan Para Nabi serta Rasul-Rasul yang hidup mereka tertanam di Bait Tuhan. Ada janji yang luar biasa bagi mereka yang ditanam di Bait Tuhan, …….mereka akan terus berkembang, sampai pada masa tuapun mereka masih berbuah-buah dan menjadi gemuk, dan segar, untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batu, dan tidak ada kecurangan padaNya…….amin.

Mereka yang akan menikmati flourish yang datang dari pada Allah adalah mereka yang mau berdiri dan hidup sebagai orang benar, dan mereka yang mau ditanam di dalam BaitNya Tuhan.
Jadi, maukah saudara ….. ?? GBU.

Tanda dari Pertumbuhan

Ada hal yang mutlak ada didalam gereja Tuhan yaitu : kedewasaan. Gereja tidak mungkin menyelesaikan kehendak Allah dan tujuanNya bagi dunia ini jika gereja kekanak-kanakkan. Hanya gereja yang dewasa, yang dipercaya Allah untuk menyatakan kemuliaanNya. Demikianpula dengan kita pada saat ini, kita tidak bisa melakukan expansi jika kita hidup didalam sifat kekanak-kanakkan. Dewasa yang dimaksudkan disini bukan sekedar yang lahiriah/jasmani tetapi dewasa rohani (berparagdigma Kristus didalam hidup dan karakter).
Rasul Paulus didalam suratnya kepada jemaat di Korintus, ia mencela sikap kekanak-kanakkan mereka (I Kor 3:1-3). Salah satu tanda yang nampak jika seseorang mulai dewasa adalah : meninggalkan sifat kanak-kanak (I Kor 13:11, 14:20), dan hal inilah yang bisa kita katakan pertumbuhan. Dalam kesempatan ini, saya mau mengajak saudara-saudari kekasih untuk memperhatikan beberapa tanda dari pertumbuhan, sbb : 

1. Respon yang Benar(Yak 1:2-4)

Tekanan, persoalan bahkan pencobaan boleh datang tetapi respon kita harus benar. Respon yang benar akan menentukan hasil/bahagian yang akan kita terima. Yakobus mengatakan anggaplah suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh kedalam pencobaan(Yoh 16:33, Kis 14:22). Kata jatuh dalam teks aslinya bukan kecelakaan tetapi bertemu/menjumpai. Selama kita hidup kita akan bertemu atau menjumpai berbagai persoalan ataupun tantangan namun respon kita harus benar (Mat 4:1-11, Bil 14:19-27).

2 Tidak menipu Diri Sendiri (Yak 1:19-27)

Didalam bahagian Firman Tuhan ini, Yakobus sedang mengingatkan para pembaca suratnya bahaya dari menipu dirisendiri (ay 22-27). Kebanyakan dari antara orang Kristen sering menipu diri mereka sendiri (Mat 7:22-23). Orang yang bertumbuh dewasa adalah orang-orang yang jujur pada diri sendiri, hanya mereka yang tidak dewasa dan tidak bertumbuh yang suka berpura-pura. Yakobus mengarahkan setiap pembaca dari suratnya untuk meninggalkan gaya hidup yang suka menipu diri sendiri dengan: menerima Firman, melakukan Firman dan membagikan Firman

3. Hidup didalam Iman yang benar (Yak 2:14-26)

Iman adalah suatu asas kunci didalam kekristenan. Kita diselamatkan karena karena iman ( Efesus 2:8-9 ) dan kita harus hidup didalam iman ( II Kor.5:7 ). Tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah ( Ibrani 11:6 ) dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa ( Roma 14:33 ). Dalam bahagian Firman Allah ini, Yakobus sedang berbicara tentang hubungan antara iman dan perbuatan. Yakobus mengajarkan bahwa iman yang benar adalah iman yang dinamis ( yakin bahwa Firman Allah benar dan yakin bahwa tindakan yang dilakukan berdasarkan Firman Allah pasti mendapat berkat ). Tanda daripada pertumbuhan adalah kita hidup didalam iman yang benar, bukan iman yang mati apalagi iman setan-setan.

4. Menguasai lidah ( Yak. 3:1-14 )

Salah satu kuasa terbesar yang diberikan Allah untuk manusia yaitu berbicara. Dengan lidah kita memuji Allah, berkhotbah, tetapi dengan lidah juga kita bisa memfitnah atau merusakkan nama baik seseorang. Karena itu kuasailah lidah kita. Untuk itu kita harus konsekwen sebagai pembawa kabar baik dan pemberi semangat bagi mereka yang letih lesu ( Yes.50:4 )

Tinggalkan sifat kekanak-kanakan dan teruslah bertumbuh dewasa ,dengan jalan, kita mau berespon dengan benar, tidak menipu diri sendiri, hidup dalam iman yang benar dan menguasai lidah kita.

GROW ( 2 )

Allah menginginkan gereja-Nya untuk menjadi dewasa, dan untuk itu gereja harus bertumbuh. Jika kita perhatikan Efesus 4:10-16, Rasul Paulus mengatakan kepada Jemaat di Efesus bahwa Gereja yang bertumbuh dewasa adalah gereja yang hidup didalam kesatuan ( harmoni ), saling membangun dan menasehati. Gereja haruslah diperlengkapi, agar memiliki pengetahuan iman yang benar tentang Anak Allah sehingga menjadi dewasa penuh, yang pada akhirnya tidak lagi diombang-ambingkan dengan rupa-rupa angin pengajaran dan permainan palsu manusia. 

Goal dari jemaat adalah menjadi dewasa penuh atau menjadi Jemaat Anak Sulung dan untuk menuju kesana gereja haruslah bertumbuh. Untuk membuat gereja bertumbuh Allah menggunakan sarana-sarana yang akan membawa gerejaNya sesuai dengan kehendak dan tujuanNya. Apa saja sarana-sarana tersebut ?

  • Matinya sebuah benih ( Yohanes 12:24 ) Menjelang kematianNya Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya betapa pentingnya kematianNya untuk rencana Allah menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka. Ia menggambarkan kematianNya seperti biji gandum yang jatuh ketanah dan mati. Tetapi biji gandum yang jatuh ketanah dan mati tersebut akan tumbuh kembali dan menghasilkan banyak buah. Bagi kita hal ini berbicara tentang penundaan-penundaan, atau kegagalan-kegagalan kita, mimipi-mimpi yang belum tercapai, harapan-harapan yang belum menjadi kenyataan, korban-korban yang kita lakukan tetapi belum menuai, dan lain sebagainya. Dan menurut kacamata kita itulah kegagalan, tapi kita lupa bahwa ada tangan Allah yang tak terlihat yang sedang membawa kita kepada TujuanNya-untuk menjadi dewasa didalam Dia. Yusuf, ketika ia mendapatkan sebuah mimpi yang indah dari Allah, membuat ia dibenci dan akhirnya terjual sebagai budak. Apakah ini merupakan kegagalan bagi Yusuf ? Musa, ketika ia lari dari Firaun setelah ia membunuh mandor Mesir, apakah hal itu merupakan kegagalan bagi Musa ? Alkitab berkata, melalui hal-hal yang sulit dan tak mengenakkan, Allah membawa Yusuf menjadi Perdana Menteri di Mesir, dan Musa melalui padang Gurun Median, Allah mempersiapkan dia untuk membawa Bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir.
  • Perkataan yang keras ( Yoh. 6:60-66 ). Didalam I Kor.3:1-3, Rasul Paulus mencela jemaat di Korintus dan ia mengatakan kepada mereka bahwa mereka adalah manusia duniawi yang belum dewasa didalam Kristus, karena mereka belum dapat menerima makanan yang keras, sehingga ada iri hati dan perpecahan didalam jemaat tersebut. Jauh sebelumnya, banyak pula dari murid-murid Tuhan Yesus yang mengundurkan diri dan meninggalkanNya. Hal ini disebabkan karena perkataan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus adalah perkataan yang keras dan mengguncang iman mereka. Salah satu fenomena di akhir jaman ini adalah banyak orang Kristen yang mencari guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan pendengaran mereka. Mereka tidak lagi mempercayakan hidup mereka kepada kebenaran, tetapi kepada dongeng ( II Tim.4:3-4 ). Gereja tidak akan pernah menjadi dewasa jika jemaat terus hidup seperti kanak-kanak. Karena itu inilah saatnya kita memberi hidup kita untuk menerima perkataan-perkataan Firman yang keras sekalipun walaupun itu “menyakitkan” karena Firman itu adalah seperti pedang bermata dua, yang memisahkan roh dan jiwa. Bukankah kita semua sedang dipersiapkan untuk memerintah bersama-sama dengan Dia ?
  • Ditinggalkan sendirian ( Markus 6:45-51 ). Setelah mengadakan mujizat, memberi makan 5000 orang, Tuhan Yesus menyuruh murid-muridNya menyebrang terlebih dahulu ke Bethsaida. Sedangkan Ia naik bukit dan berdoa. Dalam pelayaran mereka ke Bethsaida, tiba-tiba perahu mereka dihantam oleh angin sakal dan Yesus tidak ada bersama-sama mereka. Alkitab berkata bahwa mereka akhirnya kepayahan menghadapi badai tersebut. Terkadang didalam kehidupan ini seringkali kita seolah-olah menghadapi sendirian “angin sakal” yang datang didalam hidup kita. Dan banyak pula di antara kita yang akhirnya tidak kuat dalam situasi ini. Untuk membuat iman kita bertumbuh, terkadang Allah membuat kita sendirian. Tetapi ingatlah bahwa Ia tetap melihat semuanya dan akan bersegera menolong kita-tepat pada waktunya.

Pertumbuhan yang dihendaki Allah dari JemaatNya adalah agar jemaatNya memiliki pengetahuan yang benar akan Firman kebenaran, sehingga akhirnya mereka menjadi dewasa penuh didalam Dia. Untuk itu tentu ada sarana yang dipakaiNya untuk kita dapat terus bertumbuh yaitu matinya sebuah benih, perkataan Firman yang keras dan terkadang ditinggal sendirian. Selamat bertumbuh !

RAISE

Secara harafiah kata RAISE dalam bahasa Inggris memiliki beberapa pengertian yaitu : menegakkan, mengangkat, menaikan, mendirikan dan menimbulkan. Didalam Yesaya 58:12 dikatakan, engkau akan membangun reruntuhan yang berabad-abad dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan yang memperbaiki tembok yang tembus, yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni. Yesaya 58 merupakan nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya bahwa Allah akan memulihkan dan menebus umatNya dari dosa-dosa mereka. Namun secara khusus latar belakang Yesaya 58 adalah teguran dan kecaman yang disampaikan Yesaya kepada umat Allah atas kemunafikan mereka dalam beribadah kepada Allah.

Ayat 12 dari Yesaya 58 adalah akibat yang akan terjadi jika umat Allah beribalik dengan sungguh-sungguh dari dosa-dosa mereka dan beribadah kepada Allah seperti yang dikehendakiNya. Aplikasinya bagi kita hari ini, bahwa dengan kasih karunia dan kuasa Allah kita bangkit untuk membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad dan memperbaiki dasar yang telah diletakkan oleh banyak keturunan. Namun penting bagi kita untuk memperhatikan apa yang disampaikan oleh Nabi Yesaya pada Israel, bahwa untuk bangkit dan membangun reruntuhan dan memperbaiki dasar, kita harus memperhatikan beberapa hal :

1. Ibadah kita harus benar.

Maksud dengan Ibadah Yang Benar disini adalah ibadah yang tidak ada kemunafikan, saat yang sama kita datang kepada Allah setelah itu kita kembali kepada cara hidup kita yang tidak berkenan kepada Allah ( Yesaya 58:2-3 ).

2. Ibadah kita harus disertai dengan belas kasihan.

Seringkali kita lupa bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh dengan belas kasihan. Ibadah yang dikehendaki Allah adalah kita memperhatikan orang-orang yang tertindas dan memberi pertolongan kepada mereka ( Yesaya 58:6 )

3. Perhatikan hari Sabat.

Sejak penciptaan, Allah menetapkan bahwa satu hari dalam sepekan harus dipisahkan sebagai “kudus”, suatu hari ketika umat Allah menghentikan kebiasaan kegiatan sehari-hari dan membiasakan diri untuk memperoleh istrahat jasmani dan pemulihan secara rohani. Banyak diantara kita yang menganggap bahwa hari Sabat adalah hari yang biasa dan kita sibuk dengan urusan kita sendiri ( Yesaya 58:13-14 )

Jika hal-hal diatas kita laksanakan maka kita akan mengalami suatu kebangkitan dan Allah akan mendatangkan terang, sukacita, keselamatan, kesembuhan, perlindungan, penyertaan serta pemulihan dari segala sesuatu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s